Dalam Sepekan Taliban Tewaskan 291 Aparat Keamanan Afghanistan

HUT RI 75

Gelombang serangan terbaru di Afghanistan membuat pemerintah kewalahan. Kelompok militan Taliban dilaporkan menewaskan setidaknya 291 personel keamanan Afghanistan dan melukai 550 orang lainnya  dalam waktu sepekan terakhir.

Pejabat tinggi pemerintah Afghanistan, Javid Faisal, mengatakan bahwa sepekan terakhir ini merupakan pekan paling mematikan di negara itu dalam 19 tahun perang. Namun, kelompok Taliban menyangkal jumlah korban sebanyak itu.

“Komitmen Taliban untuk mengurangi kekerasan tidak ada artinya, dan tindakan mereka tidak sesuai dengan retorika mereka tentang perdamaian,”  ujar Javid Faisal dalam cuitan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (22/6/2020).

Pejabat pemerintah Afghanistan menuduh Taliban sengaja meningkatkan serangan sebelum perundingan digelar antara kedua pihak.

Sementara, intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa militer Rusia menawarkan hadiah pada para militan Taliban di Afghanistan untuk membunuh tentara AS dan pasukan koalisi lainnya.

Laporan itu diungkapkan New York Times. Mengutip beberapa pejabat tentang masalah itu, Times menyatakan, “AS menyatakan beberapa bulan lalu bahwa unit intelijen militer Rusia terkait upaya pembunuhan di Eropa telah menawarkan hadiah untuk berbagai serangan yang sukses tahun lalu.”

“Militan Taliban atau elemen kriminal bersenjata yang terkait, diyakini telah mengumpulkan beberapa hadiah uang,” papar laporan Times.

Gedung Putih, CIA dan Kantor Direktur Intelijen Nasional menolak permintaan berkomentar tentang laporan Times itu.

Presiden AS Donald Trump telah mendapat informasi dari temuan intelijen itu. Menurut Times, Gedung Putih belum memberi izin langkah apapun terhadap Rusia atas masalah itu.

“Sebanyak 20 tentara AS tewas dalam pertempuran pada 2019. Tidak jelas apakah kematian itu dalam penyelidikan,” ungkap Times.

Setelah hampir 20 tahun memerangi Taliban, AS mencari cara untuk keluar dari Afghanistan dan mencapai perdamaian antara pemerintah yang didukung AS dan grup militant yang mengontrol sejumlah wilayah di negara itu.

Pada 29 Februari, AS dan Taliban membuat kesepakatan yang menyerukan penarikan pasukan AS secara bertahap.{}

More News