Konflik Laut Natuna Pertahanan RI Perlu Di Perkuat

HUT RI 75

Jakarta–Onlinemedia.id— Putra Sulung Presiden ke-3 BJ Habibie mengingatkan pentingnya Pemerintah memperkuat industri pertahanan Indonesia.target “minimu essential force” (MEF) mencapai 100 persen ditahun 2004. salah satu alasan mengapa sektor itu mesti dimaksimalkan, kata Ilham Akbar Habibie , adalah berlarutnya konflik China di laut Natuna Utara.

Ilham dalam virtual conference CEO Talks yang diselenggarakan oleh Iluni MM Universitas Indonesia mengatakan, Industri pertahanan Indonesia dalam 10 Tahun kedepan kebutuhan alutistaTNI dengan sasaran Tahun 2024 target MEF 100 Persen, hingga Tahun ini MEF sudah 74 Persen.

Memperkuat alutista tersebut merupakan salah satu cara yang mesti di tempuh untuk mengantisipasi permasalahan di laut Natuna, tantangan dan masalah yang harus serius ditangani melalui penguatan investasi di bidang pertahanan, jelas ilham.

Hal ini menurutnya tetap harus dimaksimalkan tetap harus di maksimalkan meskipun kapasitas pertahanan saat ini bisa dikatakan cukup untuk menjaga Natuna agar tidak konflik disana.

kalau kita melihat di masa mendatang di Laut China Selatan yang terkadang kita sebut laut Natuna Utara, saya kira banyak sekali tantangan yang belum bisa kita tangani, menurutnya dengan apa yang sudah kita miliki bisa ditangani cuma kehawatiran banyak orang di Natuna Utara sana, dia menganggap ini adalah hal serius yang harus di seriuskan, pungkas Ilham.

Atas dasar itulah ia menilai besarnya anggaran di bidang pertahanan bukan merupakan suatu pemborosan. Tujuanya agar target untuk mencapai MEF 100 persen bisa terwujud.

Jadi minimu targetnya adalam MEF 100 persen yang sudah kita capai, maka kita mampu menyelesaikan masalah terutama di Natuna, jadi dalam hal industri pertahanan dan keamanan saya kira sangat penting dalam berinvestasi kebutuhan alutista.

More News