Perubahan Sosial dan Budaya Selama Pandemi Covid-19

HUT RI 75

Sebanyak 300 dokumenteris akan mendokumentasikan perubahan signifikan sosial dan budaya masyarakat selama pandemi Covid-19. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN).

“Selama bulan Mei-Juli 2020 akan dihasilkan 2.400 menit video pendek yang merekam tema Belajar di Rumah, Religi dan Mitos/Mistis, Lebaran/Coronasiana, Usaha Mandiri, Perubahan Perilaku Keluarga, Gotong Royong, Kreativitas, dan Isu Lingkungan dari Aceh sampai ke Papua,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid di Jakarta, Kamis (25/6).

Data yang dihimpun dari Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terdapat 226.586 seniman dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 di Tanah Air. Kemudian, data Koalisi Seni Indonesia misalnya mengungkapkan terdapat 204 acara seni yang ditunda atau dibatalkan selama pandemi.

Data itu mencakup proses produksi, rilis, dan festival film (24 acara), konser, tur, dan festival musik (107 acara), pameran dan museum seni rupa (20 acara), pertunjukan tari (9 acara), acara sastra (dua acara), serta pentas teater, pantomim, wayang, boneka, dan dongeng (42 acara).

Beberapa rekomendasi bantuan yang disampaikan Koalisi Seni di antaranya adalah membuat program dana bantuan pengganti pekerjaan seni yang hilang, penyaluran bantuan yang cepat dan tidak berbelit-belit, memudahkan akses seniman berkarya, dan memudahkan akses masyarakat menikmati karya seniman selama dampak pandemi dirasakan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua ADN, Tonny Trimarsanto mengungkapkan bahwa program Rekam Pandemi ini setidaknya akan mewakili cara tutur audio visual yang sangat Indonesia. Pasalnya, pola perekaman yang dikemas dalam film dokumenter pendek ini dilakukan oleh anggota ADN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Jadi, persoalan persoalan yang sangat lokal, spontan dan sehari hari sebagai bagian dari perubahan sosial masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, direkam oleh mereka yang berada terdekat dengan peristiwanya. Sehingga, akan terasa, keberagaman yang sangat kaya dari karya karya ini,” tambah Tonny. {Suara Merdeka}

More News