Cucu Pendiri Kosgoro: RUU HIP Mendeskriditkan Gotong Royong Sebagai Ajaran Komunisme

Cucu Pendiri Kosgoro: RUU HIP Mendeskriditkan Gotong Royong Sebagai Ajaran Komunisme
Cucu Pendiri Kosgoro RUU HIP Mendeskriditkan Gotong Royong Sebagai Ajaran Komunisme
HUT RI 75

RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dalam perkembangannya masih terus menuai kontroversi. Sejumlah ormas ramai ramai menyerukan pandangan resmi mengenai RUU HIP ini.

Ketua Umum GM Kosgoro Baroto Isman bersuara keras atas polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang disepakati oleh 7 parpol untuk masuk prolegnas, baru-baru ini.

“Kemarin pemerintah cepat dan tanggap mendengar aspirasi masyarakat terutama tiga ormas agama; MUI, NU dan Muhammadiyah adanya ke khawatiran multi tafsir ideologi. Tiga ormas ini berpendapat Pancasila sudah final sesuai dengan pembukaan UUD 1945 sebagai dasar dari kita berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Menurut Baroto yang didampingi Sekjen M. Iczanul Aldi mengingatkan sekali lagi, bahwa PKI adalah penghianat bangsa. “Jelas mereka pada tahun 1948 dan 1965 melakukan penghianatan dan KOSGORO saat itu berada di depan bersama TNI AD menjadi benteng Pancasila. Oleh karena itu RUU HIP harus mewajibkan masuknya TAP MPRS mengenai pelarangan PKI,” tandas Baroto.

Sekjen GM Kosgoro menambahkan menurutnya tidak habis pikir ada oknum-oknum yg ingin memainkan agenda sendiri dengan ideologinya ingin mendeskriditkan Gotong Royong sebagai ajaran komunisme.

“Mereka juga adalah musuh dalam selimut yang ingin menjatuhkan kebangsaan dan nasionalisme yg berdasar pada jati diri bangsa yaitu gotong-royong,” ujar M.Ichzanul.

Menurutnya, Sejatinya pemerintah telah menunda pembahasan RUU HIP tetapi kita perlu suarakan agar momentum ini tidak dimanfaatkan oleh agenda ideologi-ideologi lainnya yang menjadikan Gotong Royong sama dengan ajaran komunisme.

More News