Setelah Bank BNI dan Mandiri? Kapan giliran BRI dan BTN?

HUT RI 75

Jakarta, Hari ini RABU tanggal 21 Oktober 2020 akan ditetapkan Dirut Bank Mandiri. Untuk mengganti posisi Dirut yang kosong setelah Dirut lama Royke Tumilaar berhasil merebut kursi BNI1 dari tangan Herry Sudarta.

Kabar yang beredar Djunaedi yang sekarang posisinya Direktur Treasury akan menjabat sebagai Dirut didampingi Xandra sebagai wakil Dirut. Untuk menutup Gossip all mandiri maka kabar yang beredar Sigit Prastowo yang dicopot dari CFO Bank BNI akan diangkat menjadi CFO Mandiri menggantikan Silvano Romantir yang pindah jadi Direktur Korporasi BNI.

Selain itu juga Jabatan Komisaris Utama BRI yang saat ini dijabat oleh Kartiko juga harusnya diganti karena Kartiko merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri BUMN. Momentum RUPSLB dengan agenda pergantian pengurus Direksi dan Komisaris ini perlu dikawal karena ini menjalankan undang-undang termasuk peraturan OJK.

Setelah Bank Mandiri, layak ditunggu kapan giliran Bank BRI dan BTN melakukan pergantian. Hal ini penting karena selain alasan Kinerja BRI yang jelek ditangan Sunarso sebagai Dirut dan Catur Budiharto sebagai Wadirut, BRI sedang diminta oleh OJK untuk melakukan RUPSLB paling lambat tgl 25 Nopember 2020.

Hal ini disebabkan salah satu direkturnya Berinisial WP dinyatakan tidak lulus Fit and Proper Test oleh OJK. Konon kabarnya surat pemberitahuan OJK sdh dikirim ke BRI pada tanggal 25 Agustus 2020, namun Direksi Bank BRI tdk mau ambil sikap sampai saat ini. Menurut sumber yang bisa dipercaya, Dirut dan Wadirut BRI sengaja menggantung permintaan RUPSLB karena takut ikut diganti karena bisa liar seperti bola salju.

Berbeda lagi kasus BTN, selain alasan kinerja yang blm kinclong ditangan Pahala Mansury ternyata BTN juga syarat dengan persoalan kasus Kredit. Dirut yang lama ex BANK Mandiri sdh dipenjarakan. Sementara beberapa direksi yang ada saat ini juga masih terus dipanggil jadi saksi beberapa kasus yang lalu.

Kebetulan direksi yang jadi saksi saat ini juga jebolan Bank Mandiri dan juga anak didik Agus Martowardoyo yang konon banyak menentukan direksi Bank BUMN saat ini. Pertanyaannya apakah OJK dan KBUMN mempertahankan Sunarso tetap jadi Dirut Bank BRI dan Pahala Mansyuri serta direksi lain jebolan Bank Mandiri tetap di BTN? Kita tunggu keputusan OJK dan KBUMN

Pertanyaannya sekarang kalau Bank BNI harus RUPSLB mengapa Bank BRI tidak melakukan RUPSLB. Apakah OJK berpihak dan ada agenda tertentu untuk BNI sedangkan BRI dilindungi? Apakah OJK takut kepada Bank BRI karena komut dan Dirutnya berasal dari Bank Mandiri? Masih adakah keadilan dan kebenaran didalam mengelola perbankan di negeri ini?

Sudah seharusnya OJK memberlakukan syarat yang sama untuk setiap perbankan yang Direksinya tidak lulus fit and proper test. Kita masih ingat kisah wakil dirut BNI yang dinyatakan tidak lulus Fit and proper test, 3 bulan kemudian sdh menyelenggarakan RUPSLB untuk mengangkat pengurus baru.

Hasilnya kita tahu bahwa 7 direksi BNI diberhentikan oleh Erick Tohir diganti 5 alumni Bank Mandiri.
Harusnya BRI paling lambat RUPSLB tanggal 25 November 2020 tapi ditahan tanpa alasan yang kuat.

Surat OJK tdk digubris, harusnya sama dengan BNI ketika seorang Direksi dinyatakan tdk lulus maka BNI langsung tetapkan jadwal RUPSLB kabarnya Dirut dan WADIRUT BRI sengaja tdk mematuhi surat OJK tertanggal 25 Agustus 2020 untuk BRI segera RUPSLB mengganti direksi Wisto Prihadi yang tdk lulus Fit and Proper test.

More News