Putusan Hakim Sebagai Tahanan Kota Amat Juaini, Ini kata Kuasa Hukum

HUT RI 75

Kota Bekasi, Onlinemedia — Sidang perkara (Ketua DPC Organda) Amat Juaini di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, terkait perkara pidana No. 609/Pid.B/2020/PN.Bks. sesuai surat dakwaan penuntut umum nomor : PDM-216/II/BKASI/8/2020, Jumat 13 November 2020

Dengan agenda Pembacaan Putusan Majelis Hakim oleh Togi Pardede SH, sidang yang di mulai Pukul 10:10 WIB dan berakhir Pukul 11:07 WIB berjalan lancar dan tertib.

Pengunjung menyaksikan jalannya persidangan melalui layar lebar di ruang tunggu, sementara sidang berlangsung di ruang sidang utama lantai dasar dengan penjagaan ketat oleh petugas Kepolisian.

Majelis Hakim membacakan putusan Ketua DPC Organda 9 bulan Tahanan Kota. Atas putusan Majelis Hakim Terdakwa langsung konsultasi dengan Team Kuasa hukum.

Menurut Team Kuasa Hukum menjawab masih pikir-pikir.
“Saya Pikir-pikir Majelis Hakim,” jawab Jaksa Penuntut Umum (JPU).


“Jadi Kami kasih waktu 7 hari kepada JPU untuk mengajukan banding ya,” ucap Hakim Ketua.

Sementara penasehat hukum terdakwa ketika di tanyakan terkait hasil putusan Majelis Hakim ketika selesai sidang mengatakan:

“Bahwa sudah jelas dalam Putusan yang dibacakan oleh majelis hakim PN Bekasi dipersidangan dalam perkara Nomor 609/Pid.B/2020/PN.Bks dengan terdakwa Amat Juaini, hari ini menetapkan sebagai tahanan kota.


MENGADILI
1. Menyatakan Terdakwa Amat Juaini terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama.
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan pidana selama 9 bulan.
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan kota dikurangkan seluruhnya dari hukuman yang telah dijatuhkan.
4. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan kota.
5. Menetapkan barang bukti tetap melekat dalam berkas perkara.
6. Menetapkan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,-,” ucap Dr (Can) KMS. Herman, SH., MH., M.Si., CLA bersama Purwadi Anwar Saputra SH. MH saat pers conference di PN Bekasi.

Delvin Chaniago Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi yang selama ini memonitor jalannya persidangan merasa puas atas putusan hakim 9 bulan Tahanan Kota potong masa tahanan.

“Saya berharap Amat Juaini divonis bebas, karena dalam fakta persidangan sebagaimana pernyataan saksi yang menyatakan tidak mengenal Amat Juaini namun demikian Hakim telah memutuskan vonis yang adil dan bijaksana,”.

“Dengan hukuman tahanan kota terhadap Amat Juaini tentunya keputusan Majelis Hakim sangat tepat sehingga masih bisa menjalankan roda organisasi DPC Organda Kota Bekasi, terlebih lagi dalam situasi wabah pandemi Covid-19 seperti saat ini kepemimpinan beliau sangat di harapkan oleh anggota Organda Kota Bekasi,” tambah Delvin.

Team Kuasa Hukum Amat Juaini yang terdiri dari: Dr (C) KMS. Herman, SH., MH., M.Si., CLA; RM. Purwadi A. Saputra, SH., MH; Iwan Saputra, SH., MH; Tommy Irawan, SH; dan Cindy Eka Febriana Herman, SH., M.Kn dari BAKUM MAKN (Badan Advokasi, Konsultasi dan Bantuan Hukum Majelis Adat Kerajaan Nusantara). (Surya).

More News